Showing posts with label biliografi. Show all posts
Showing posts with label biliografi. Show all posts
Thursday, 30 May 2013
URAIAN SINGKAT
URAIAN SINGKAT DI. LAME
I.
1.Lokasi Daerah Irigasi Lame meliputi :
3 (tiga) Kecamatan
1. Kec. Japara 609
Ha : 7 Desa
2. Kec. Cigandamekar 339 Ha : 6
Desa
3. Kec. Cipicung
63 Ha :
1 Desa
Jumlah : 1011 Ha : 14 Desa
II. Pengelolaan DI Lame Kemantren / Juru
Pengairan dan dari Dinas BPSDA Cimanuk
Cisanggarung
Wilayah Cirebon.PB. 3 orang dan PPA 10
orang = 13 orang
III.
Batas Areal DI Lame
1.
Sebelah Utara : DI Katiga
2. Sebelah Selatan : Pasir Garatengah /
DI Sindangbarang
3. Sebelah Barat : DI Cilangkap / DI
Cipendey
4. Sebelah Timur : DI Cibatu / Kali
Cibatu
IV.
Personil UPTD
1. Kep. UPTD Wil.Cilimus : 1 orang
2.
Staf Kasubag TU : 1 orang
3. Staf OP : 4 orang
4. Mantri / Juru Pengairan : 3 orang
5. PB dan PPA : 13 orang
V. Sumber Air
1. Mata Air Cibulan
2. Kali Cimanis
VI.
Areal
Luas Baku 1272
Luas Irigasi 1011 Ha.
VII.Bangunan
Utama DB Lame
VIII.Bangunan
BA / Bangunan Air
1. Bd. Pengambilan 3 buah
2. Bangunan Bagi 3 buah
3. Bangunan Sadap 62 buah
4. Bangunan Pelengkap 44 buah
5. Alat ukur 25 buah
6.
Saluran Pembuang 1buah
IX.
Saluran
1. Sal. Induk Lame 300 m
2. Sal. Sek. Lame 1400
m
3. Sal. Ongkot 4200 m
4. Sal. Kareo 2300
m
5. Sal. Garatengah 2700 m
6. Sal. Kiarakoneng 700
m
7. Sal. Cikeleng 3100
m
X.
Petek Tersier 62 buah
XI.Operasi
Pola Tanam
1. Padi - Padi – Palawija
2. Padi – Palwija – Padi
3. Tebu
XII.
Rencana Tanam
1. Debit kemampuan 10 Tahunan
2. Evaluasi Tanam tahun yang lalu
3. Keputusan Panitia Irigasi
XIII.
Pembagian Air
Berdasarkan faktor K
Debit kebutuhan 15 harian x 100 %
Dengan menggunakan blanko 05-0
s/d 09-0 yang saling terkait
XV.
Sungai / kali Cimanis melayani
1. DI Lame : 1011 Ha
2. DI Katiga : 1010 Ha
3. DI Cihambar : 63 Ha
4. Kebutuhan air giling 2 pabrik gula
5. Suplesi ke UPTD Sindang Laut
Kab. Cirebon
Bila air dibawah normal / kebutuhan,
air tersebut digilir / gursat atau
menurut prioritas
XVI.
Rehabilitas / Pemeliharaan
Rehabilitas : dilaksanakan tahun 1978
Prosida
s/d 1982 1988 Sm s/d 1991 1992 Eom
1995,2004 BBWS , 2009 BPSDA
Pemeliharaan :
1. Pemeliharaan rutin
2. Pemeliharaan berkala
3. Pemeliharaan Tahunan
4. Pemeliharaan Darurat
1. Pemeliharaan Rutin dilaksanakan
setiap hari untuk
pekerjaan irigasi : babad rumput ,
perbaikan tanggul bocor
dan buang sampah dan lain-lain
2. Pemeliharaan Berkala untuk pekerjaan
ringan berupa
Pelunasan pintu, pengurusan lumpur
pada bangunan dll
3. Pemeliharaan Tahunan untuk pekerjaan
yang agak berat
Dan memerlukan bahan, dapat
dilaksanakan dengan swakelola atau dikontrakan
Pada saat ini O dan P di tangani
oleh BPSDA Cimanuk Cisanggarung
wilayah Cirebon
VXII.
Perkumpulan Petani Pemakai Air { P3 A }Mitra Cai
Telah terbentuk 6 unit P3A Mitra Cai
Dan 1 Gabungan P3A Mitra Cai
bangunan irigasi dan fungsinya
BangunanPenguras:
Fungsinya adalah untuk mengurangi aliran yang bergolak ( Turbulent ) yang terjadi di dekat intake. Puncak ambang dari under sluice dijaga agar lebih rendah dari puncak ambang bendung, sehingga akan membantu membawa debit pada musim kering ke arah under sluice.
Fungsinya adalah untuk mengurangi aliran yang bergolak ( Turbulent ) yang terjadi di dekat intake. Puncak ambang dari under sluice dijaga agar lebih rendah dari puncak ambang bendung, sehingga akan membantu membawa debit pada musim kering ke arah under sluice.
Fungsi dan
Pengertian Bendung :
Bendung merupakan salah satu apa yang disebut dengan Diversion Hard Work, yaitu bangunan utama dalam suatu jaringan irigasi yang berfungsi untuk menyadap air dari suatu sungai sebagai sumbernya.
Bangunan Pembilas :
Bendung merupakan salah satu apa yang disebut dengan Diversion Hard Work, yaitu bangunan utama dalam suatu jaringan irigasi yang berfungsi untuk menyadap air dari suatu sungai sebagai sumbernya.
Bangunan Pembilas :
Pada hulu bendung tepat di hilir pengambilan, dibuat bangunan pembilas guna
mencegah masuknya bahan sidemen kasar ke dalam saluran irigasi.
Ada empat tipe, yaitu:
Ada empat tipe, yaitu:
- Pembilas pada tubuh bendung dekat pengambilan.
- Pembilas bawah
- Shunt undersluice
Kantong
Lumpur :
Berfungsi untuk mengendapkan fraksi-fraksi sedimen yang lebih besar dari fraksi pasir halus ( 0,06 s/d 0,07mm ) dan biasanya ditempatkan persis disebelah hilir bangunan pengambilan. Bahan-bahan sedimen yang telah mengendap dalam kantung lumpur kemudian dibersihkan secara berkala melalui saluran pembilas kantong lumpur dengan aliran yang deras untuk menghanyutkan endapan-endapan itu ke sungai sebelah hilir.
Berfungsi untuk mengendapkan fraksi-fraksi sedimen yang lebih besar dari fraksi pasir halus ( 0,06 s/d 0,07mm ) dan biasanya ditempatkan persis disebelah hilir bangunan pengambilan. Bahan-bahan sedimen yang telah mengendap dalam kantung lumpur kemudian dibersihkan secara berkala melalui saluran pembilas kantong lumpur dengan aliran yang deras untuk menghanyutkan endapan-endapan itu ke sungai sebelah hilir.
Kolam olak :
Kolam olak adalah suatu konstruksi yang berfungsi sebagai peredam energi yang terkandung dalam aliran dengan memanfaatkan loncatan hidraulis dari suatu aliran yang berkecepatan tinggi. Kolam olak sangat ditentukan oleh tinggi loncatan hidraulis, yang terjadi di dalam aliran.
tabung curah hujan :
Fungsi tabung curah hujan untuk mengukur level air dan mengukur konduktivitas air
Bangunan Bagi.
Bangunan
bagi berfungsi membagi air dari saluran primer ke saluran sekunder. Bangunan
ini dilengkapi dengan pintu-pintu ukur yang bertujuan untuk mengukur pembagian
air dengan teliti, kesaluran-saluran yang dilayani. Salah satu dari pintu
tersebut berfungsi sebagai pintu pengatur muka air,sedangkan pintu-pintu
lainnya mengukur debit. Biasanya pintu pengatur dipasang pada saluran terbesar Bangunan bagi akan memberikan air ke saluran sekunder, dan
oleh karenaitu harus melayani lebih dari satu petak tersier. Kapasitas pintu
ukurnya umumnya lebih dari 0,25M3/dt
1.Alat ukur debit Romijn.
2.Alat ukur debit Crump de Gruyter.
3.Alat ukur debit Ambang Lebar.
Tipe mana yang akan dipilih, tergantung daripada ukuran
saluran sekunder yang akan diberi air, sertabesarnya kehilangan tinggi energi
yang diizinkan. Untuk kehilangan tinggi energi yang kecil, alat ukurRomijn dapat
dipakai hingga debit sebesar 2,00 M3/dt
Bangunan Sadap.
Bangunan
Sadap berfungsi memberikan air dari saluran sekunder atau primer ke petak-petak
tersier.Umumnya kapasitas pintu ukurnya berkisar antara 50 sampai dengan 250
l/dt. Pintu ukur yang paling cocok untuk ini adalah pintu ukur Romijn, jika muka
air hulu diatur dengan bangunan pengatur. Bila kehilangan
tinggi energi tidak begitu menjadi masalah dan muka air banyak mengalami
fluktuasi, maka dapat dipilih pintu ukur Crump de Gruyter. Harga antara
debit maksimum/minimum untuk alat ukur ini lebih kecil daripada harga antara
debit untuk pintu Romijn. Pada saluran irigasi yang harus tetap memberikan air
selama debit sangat rendah, alat ukur Crump de Gruyter lebih cocok, karena
elevasi pengambilannya lebih rendah daripada
elevasi pengambilan pintu Romijn.Sebaiknya dalam suatu daerah irigasi
digunakan satu tipe bangunan sadap tersier, dan tidak dianjurkan untuk
menggunakan beberapa tipe, karena akan menyulitkan eksploitasi. Untuk bangunan
sadap tersier yang mengambil air dari saluran primer yang besar, dimana
pembuatan bangunan pengatur akan sangat mahal, dan muka air yang diperlukan di
petak tersier rendah dibandingkan dengan elevasi muka air selama debit rendah di
saluran, akan menguntungkan untuk memakai bangunan sadap pipa sederhana,yang dilengkapi
dengan pintu sorong sebagai penutup. Debit maksimum melalui pipa
sebaiknya didasarkan pada muka air rencana di saluran primer dan petak tersier.
Hal ini berarti bahwa walaupun mungkin debit terbatas sekali, petak tersier
tetap dapat diairi bila tersedia air di saluran primer padaelevasi yang cukup tinggi untuk mengairi petak
tersebut
Mercu :
Fungsi mercu sebagai penentu tinggi muka air minimum di sungai bagian udik bendung; sebagai pengempang sungai dan sebagai pelimpah aliran sungai.
Saturday, 27 April 2013
Sejarah Bendungan Lame
1.1 Latar Belakang D.I Lame
Bendung tetap Lame merupakan Bendungan yang cukup tua keberadaanya mulai sejak jaman kolonial Belanda pada tahun 1930 berada di desa Ciniru kecamatan Jalaksana kabupaten Kuningan.Bendungan Lame secara topografi relative miring, terletak di sungai Cimanis yang masuk dalam kategori sungai provinsi Cimanuk-Cisanggarung yang lintas kabupaten Kuningan.Bendung Lame merupakan bangunan pengambilan utama untuk Daerah Irigasi Lame, dengan konstruksi pasangan batu kali dan di buat pada tahun 1930 pada masa kolonial belanda.Mengingat potensi air sungai cimanis yang cukup besar dengan sumber airnya dari mata air Cibulan, daerah irigasi Lame mengalami beberapa kali perbaikan dan adapun perbaikan itu diantaranya; Pada tahun 1984 dengan perbaikan ringan, pada tahun 1978 sampai dengan 1982 rehab dan pengembangan petak tersier oleh PROSIDA. Daerah Irigasi Lame pada tahun 1988 dengan luas areal seluas 1344 ha, dengan nomor D.I 320.695.000.000 . Dan pada tahun 1989 sampai dengan 1992 luas irigasi menjadi 1011 ha. Daerah Irigasi Lame melayani 3 kecamatan diantaranya ; Kecamatan Japara dengan luas areal 609 ha, Ciganda Mekar dengan luas areal 339 ha, dan Kecamatan Cipicung dengan luas areal 53 ha. Pada tahun 1996 D.I Lame diadakan rehabilitasi ringan oleh EOM, dan tahun 2004 oleh BBWS Cimanuk serta pada tahun 2009 perbaikan saluran dan perluasan bendung oleh BPSDA Cimanuk-Cisanggarung.
Daerah Irigasi Lame mempunyai satu pengambilan utama yaitu Bendungan Lame. Sistem pemberian air selain mengairi areal D.I Lame dari sungai Cimanis juga di suplesi oleh sungai Cipogor melalui bangunan suplesi, untuk mengairi areal seluas 473 ha.
D.I Lame memiliki satu saluran induk Lame sepanjang 300 m dan 7 saluran sekunder diantaranya :
- Saluran sekunder lame sepanjang 1400 m
- Saluran sekunder Ongkot sepanjang 4200 m
- Saluran sekunder Kareo sepanjang 2300 m
- Saluran sekunder Garatengah sepanjang 2700 m
- Saluran sekunder Kiarakoneng sepanjang 700 m
Subscribe to:
Posts (Atom)
Entri Populer
-
Bangunan Irigasi Dan Fungsinya BangunanPenguras: Fungsinya adalah untuk mengurangi aliran yang bergolak ( Turbulent ) yang terjadi ...
-
1.1 Pengertian Operasi dan Pemeliharaan (O&P) dilaksanakan agar jaringan iri g asi tersebut berdaya guna secara optimal dan awet....
-
1.1 Latar Belakang D.I Lame B endung tetap Lame merupakan Bendungan yang cukup tua keberadaanya mulai sejak jaman kolonial Belanda ...
-
Perencanaan Tanam Dalam menyusun Pola Tanam pada suatu daerah irigasi perlu di perhatikan hal-hal sebagai berikut : Keinginan dan...
-
URAIAN SINGKAT DI. LAME I. 1.Lokasi Daerah Irigasi Lame meliputi : 3 (tiga) Kecamatan 1. Kec. Japara ...
-
P3A Wangi Bakti P3A Wangi Bakti di bentuk pada tanggal 29 September 1990 dan di sah-kan oleh Bupati Kuningan dengan No.SK No.166/485/PER...
-
P3A Jasa Mulya P3A Jasa Mulya di bentuk pada tanggal 2 Oktober 1990 dan di sah-kan oleh Bupati Kuningan dengan No.SK No.166/485/PEREK/92/...
-
Pencatatan debit sungai daerah irigasi Lame Sungai = Cimanis Luas Irigasi = 1011 Ha Kabupaten = Kuningan Ranting/pengamat/UPTD = ...
-
Jadwal Rutinitas Bulanan Daerah Irigasi Lame No. Uraian Kegiatan 1 Melaksanakan Rapat Kordanasi bers...
